Kamis, 29 Januari 2009

SeTetes mbUn


Rembulan putih sendu memancarkan ronanya, menepis kebisuan malam yang bisu. Bintang-gemintang bertaburan bak tiara bertatahkan mutu manikam. Udara dingin kian mengusik menusuk sudut-sudut tulang sumsum yang terdalam. Di kala jarum jam mulai menapaki sepertiga akhir malam. Seirama tetesan embun yang menghujani persada bumi bertaut dengan keheningan malam nan syahdu, menebarkan aroma surgawi, melewati celah-celah puncak kubah dan menara mesjid yang menjulang. Sebagai anugerah dari sang penguasa jagad raya. Menerima tamu agung yang bersimpuh di hadirat-Nya.

0 komentar:

Poskan Komentar

komen yang membangun jangan memfitnah, menghasud, atau yg mengadudomba, mengkritik pedas