Minggu, 01 Mei 2011

Di atas kapal mau ke Karimun jwa Jepara
Pemandangan di air terjun songgo langit desa tempur-jepara
Di lereng Puncak 29 tepatya di desa tempur, nampak berkibar bendera Merah Mutih di depan Dalai Desa Tempur

Pengaruh Pertukangan Cina pada Bangunan Mesjid Kuno di Jawa

Mesjid Mantingan (1559), Jepara

“Mesjid Mantinan didirkan dengan lantai tinggi ditutup dengan ubin bikinan Tiongkok , dan demikian juga dengan undak-undakannya. Semua didatangkan dari Makao. Bangunan atap termasuk bubungan adalah gaya Tiongkok. Dinding luar dan dalam dihiasi dengan piring tembikar bergambar biru. Sedang dinding sebelah tempat imam dan khatib dihiasi dengan relief-relief persegi bergambar margasatwa, dan penari-penari yang dipahat pada batu cadas kuning tua. Pengawas pekerjaan baik di Welahan maupun Mantingan tidak lain adalah babah Liem Mo Han” (Pramudya Ananta Toer – Arus Balik)

Bentuk mesjid Mantingan juga merupakan tipologi mesjid kuno Jawa (seperti konstruksi atap yang menggunakan sokoguru, atapnya bersusun tiga, adanya serambi didepan, denah yang berbentuk segi empat dsb.nya). Mesjid ini didirikan pada th. 1559 pada masa pemerintahan Ratu Kalinyamat. Th 1559 sesuai dengan ‘condro sengkolo’yang diketemukan di daerah mihrabnya.

Bukti naskah sejarah lokal, maupun sejarah tutur tentang arsitektur mesjid Mantingan dan keterlibatan pertukangan Cina cukup banyak. Mengapa hal ini jarang diungkapkan? Sejarah adalah sebuah interpretasi atas peristiwa masa lampau. Kalau latar belakang si penafsir berbeda maka hasil interpretasinya pun bisa berbeda. Malah dikatakan bahwa sejarah selalu ditulis oleh pihak yang menang. Itulah sebabnya Graaf (1985) menganjurkan ada penulisan sejarah Jawa dari sudut pandang ‘pesisir’ bukan hanya dari sudut pandang ‘pedalaman’ saja. Dalam hal ini Graaf (1995:301-304) menunjukkan adanya peperangan antara daerah pesisir dan pedalaman pada sepanjang abad ke 17, yang akhirnya dimenangkan oleh kerajaan Mataram dari daerah pedalaman

Ukiran pada dinding mesjid yang terbuat dari batu padas kuning jelas bermotif Cina, merupakan salah satu bukti adanya campur tangan pertukangan Cina di mesjid ini. Bahkan R.A. Kartini (pahlawan wanita nasional yang asal Jepara) pernah menulis dalam kumpulan catatannya (Kartini, Door duisternis), mengatakan bahwa dia pernah mengunjungi tempat permakaman Sultan Mantingan (Pangeran Hadliri), dimana di dalamnya banyak terdapat ukir-ukiran dan serta rumah-rumahan yang bercorak Cina (Graaf, 1985:131).

Tokoh pertukangan kayu yang berperan besar di daerah Jepara adalah Tjie Wie Gwan. Menurut cerita tutur setempat makam Tjie Wie Gwan terletak diantara makam pangeran Hadiri dan Ratu Kalinyamat. Bahkan ukir-ukiran kayu yang indah bergaya Cina di makam dalam komplek mesjid Mantingan tersebut diperkirakan orang setempat sebagai karya Tjie Wie Gwan, karena ia meninggal bertahun-tahun kemudian setelah meninggalnya Ratu Kalinyamat. (Qurtuby, 2003:137).

Tidak seperti halnya keahlian dalam membuat keramik, orang Cina lebih rajin menurunkan ilmunya kepada tukang tukang kayu setempat. Seperti dugaan Graaf (1985:133), bahwa pembuatan perabot serta ukiran ukiran kayu Jepara yang halus ini berasal dari orang orang Cina abad 15 dan 16 yang lampau.

Tjie Wie Gwan, yang menurut sejarah tutur di Jepara merupakan seorang Muslim China yang ahli dalam pertukangan kayu dan seni ukir pada masa Ratu Kalinyamat (abad ke 16). Tjie Wie Gwan dijuluki sebagai Sungging Badar Duwung (ahli pemahat batu). Makam Tjie Wie Gwan terdapat diantara makam Sultan Hadliri dan Ratu Kalinyamat (penguasa Jepara abad ke 16). Berkembangnya seni ukir Jepara ini tidak luput dari jasa Tjie Wie Gwan (Qurtuby, 2003: 137). Lihat juga Graaf (1985:133), tentang pengaruh pertukangan China terhadap ukiran-ukiran Jepara, sampai abad ke 20.

Sumber: Mesjid: Demak-Kudus-Jepara (Ismudiyanto, Parmono Atmadi) Gambar 13. Letak mesjid Mantingan tidak jauh dari kota Jepara.

Gambar 14. ukiran diatas batu padas kuning di mesjid Mantingan yang bercorak Cina, dengan gambar teratai. Tampak pada silhouete ukiran tersebut gambar gajah..

Gambar15. Denah komplek mesjid Mantingan dengan makam Ratu Kalinyamat dan Suaminya Pangeran Hadliri, yang terletak diatas perbukitan dipinggir jalan desa Mantingan yang menuju kearah kota Kudus. Di depan komplek mesjid tersebut terdapat sebuah kolam (yang konon dulu terdapat banyak sekali kura-kura jinak disana) dan sebuah pohon beringin

Pengaruh Pertukangan Cina pada Bangunan Mesjid Kuno di Jawa


Bentuk awal mesjid kuno di Jawa (abad 15-16), sangat menarik. Banyak teori yang mengatakan bahwa bentuk dari mesjid kuno Jawa ini berasal kebudayaan Hindu-Jawa maupun dari penduduk Jawa sendiri . Tapi jarang sekali tulisan yang membahas tentang peran pertukangan Cina yang sangat besar dalam pembangunan mesjid-mesjid kuno Jawa (terutama yang terletak di pantai Utara Jawa). Berikut ini adalah Tulisan yang dibuat oleh Handinoto dan Samuel Hartono Staf Pengajar Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Jurusan Arsitektur, Universitas Petra, Surabaya.

Kajian terhadap unsur-unsur Cina dalam khazanah kebudayaan Islam di Jawa tidak hanya dihadapkan pada realitas minimnya data-data sejarah berupa situs situs kepurbakalaan yang tersedia, tetapi juga berhadapan dengan persepsi publik Muslim selama ini yang meyakini bahwa proses islamisasi di Jawa itu datang langsung dari Arab atau minimal Timur Tengah, bukan dari Cina. Kalaupun sebagian mereka ada yang menganggap adanya pengaruh Gujarat- India, namun Gujarat yang sudah ‘diarabkan’. (Qurtuby, 2003:177)

Mesjid kuno di Jawa abad 15 dan 16 mempunyai bentuk yang sangat spesifik. Arsitektur abad ke 15 dan 16 merupakan arsitektur transisi dari arsitektur Jawa-Hindu/Budha ke arsitektur Jawa-Islam. Masa transisi tersebut melahirkan bentuk bentuk bangunan mesjid yang sangat spesifik. Mesjid Kuno Jawa sebagai tempat ibadah kaum Muslim, tentunya sangat erat hubungannya dengan awal masuk dan berkembangnya agama Islam di Nusantara. Dewasa ini ada tiga buah teori tentang awal masuknya Islam ke Nusantara, yaitu :

  • Pertama, adalah Teori Arab. Teori ini menyatakan bahwa Islam yang datang ke Nusantara, dibawa oleh pedagang yang berasal dari Arab (tepatnya Hadramaut) atau Timur Tengah. Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Crawfurd (1820), Keyzer (1859), Niemann (1861), de Hollander (1861) dan Veth (1878). Crawfurd (1820) menyatakan bahwa Islam datang langsung dari Arab, meskipun ia menyebut adanya hubungan dengan orang-orang ‘Muhamedan’ di India Timur. Neimann (1861) dan de Hollander (1861) menyebut Hadramaut sebagai sumber datangnya Islam.
  • Kedua adalah Teori India. Teori ini menyatakan bahwa Islam yang datang ke Nusantara berasal dari India. Pelopor mahzab ini awalnya adalah Pijnapel (1872), berdasarkan terjemahan Perancis tentang perjalanan Suleiman, Marco Polo dan Ibnu Battuta, ia menyimpulkan bahwa orang-orang Arab yang bermahzab Syafi’i dari Gujarat dan Malabar di India yang membawa Islam ke Asia Tenggara. Kemudian diperkuat oleh Snouck Hurgronje yang menunjuk Dakka di India Selatan sebagai pembawa Islam di Nusantara. Kemudian Marrison menyebut Koromandel sebagai pelabuhan tempat bertolaknya pedagang Muslim dalam pelayaran mereka menuju Nusantara (lihat G.J.W.Drewes, ‘New Light on the Coming of Islam to Indonesia’, dalam Ahmad Ibrahim, Sharon Siddique & Yasmin Husain (ed.), Reading Islam in Southeast Asia (Institute of Southeast Asia Studies, 1985).
  • Ketiga adalah Teori Cina. Teori ini menyatakan bahwa Islam yang masuk ke Nusantara (terutama di P. Jawa), dibawa oleh komunitas Cina-Muslim. Teori ini dipelopori oleh Sumanto al Qurtuby(2003), yang data datanya diperkuat antara lain dari H.J. De Graaf & Pigeaud (1985,1998), Amen Budiman (1979) dan Denys Lombard (1994,1996) serta Slamet Muljana (cetakan kedua th. 2005).

Teori Cina yang menyatakan masuknya Islam ke Jawa abad ke 15 dan 16, didukung oleh Sumanto Al-Qurtuby (2003), dimana pada abad-abad tersebut disebutnya sebagai jaman Sino-Javanese Muslim Culture dengan bukti di lapangan seperti: Konstruksi Mesjid Demak (terutama soko tatal penyangga mesjid), ukiran batu padas di Mesjid Mantingan, hiasan piring dan elemen tertentu pada mesjid Menara di Kudus, ukiran kayu di daerah Demak, Kudus dan Jepara, konstruksi pintu makam Sunan Giri di Gresik. Sunan Giri wafat pada th. 1506. Pintu makamnya di Gresik dihiasi dengan ukiran kayu yang sangat indah dengan motif gaya Cina yang kuat sekali (Lombard, 2, 1996:48).

—————————————————————————-

PENGARUH PERTUKANGAN CINA PADA BANGUNAN MESJID KUNO

DI JAWA ABAD 15-16 (Handinoto, et al)

Gambar 1A. Peta perjalanan orang Cina ke Asia Tenggara pada abad ke 15 & 16, dengan route Barat route Timur Mereka ini pada umumnya berangkat dari tiga kota utama di Cina Selatan yaitu :Quanzh Xiamen dan Guangzhou (Canton). Kota-kota pantai Utara Jawa seperti :Tuban, Jepara, Lasem, Gre Semarang, Banten dsb.nya menjadi tujuan utama mereka. (sumber: Reid, Anthony (2001), Flows Seepages in the Long-term Chinese Interaction with Southeast Asia, dalam Sojourners and Settlers, Univer of Hawaii, Honolulu)

Gambar 1A. Peta perjalanan orang Cina ke Asia Tenggara pada abad ke 15 & 16, dengan route Barat route Timur Mereka ini pada umumnya berangkat dari tiga kota utama di Cina Selatan yaitu :Quanzh Xiamen dan Guangzhou (Canton). Kota-kota pantai Utara Jawa seperti :Tuban, Jepara, Lasem, Gre Semarang, Banten dsb.nya menjadi tujuan utama mereka. (sumber: Reid, Anthony (2001), Flows Seepages in the Long-term Chinese Interaction with Southeast Asia, dalam Sojourners and Settlers, Univer of Hawaii, Honolulu)

Elemen-elemen yang terdapat di keraton Cirebon beserta Taman Sunyaragi, Taman Sunyaragi (sunya=sepi, ragi=raga), arsiteknya adalah seorang Cina Muslim bernama Tan Sam Cay yang pernah menjadi orang penting di Istana Cirebon. Taman atau Goa tersebut dijadikan tempat bertapa bagi bangsawan Cirebon yang sekaligus digunakan sebagai bunker militer dari serbuan musuh. Tempat ini kemudian dihancurkan oleh Belanda pada tahun 1787. Arsitekturnya dikatakan menyerupai ‘Istana terlarang’ (forbiden city) istana raja raja dinasti Cina. Ada hubungan antara Keraton Cirebon dengan Cina, yakni ketika Sunan Gunungjati menikahi Putri Cina yang bernama Tan Hong Tien Nio Putri Ong Tien), yang makamnya sampai sekarang masih ada, semuanya ini menunjukkan adanya pengaruh pertukangan Cina yang kuat sekali.

Selama ini relatif jarang dibahas tentang pengaruh pertukangan (terutama batu dan kayu) Cina terhadap bangunan mesjid-mesjid kuno (abad 15 dan 16) di Jawa. Tulisan ini merupakan studi awal yang mencoba meneliti sampai sejauh mana pengaruh pertukangan Cina ini terlibat dalam pembangunan mesjid-mesjid kuno di Jawa abad 15 dan 16. Kesaksian pelaut Belanda pada abad ke 17 Gambaran yang paling kuno tentang bentuk mesjid di Jawa secara tertulis di dapat dari buku: Oost Indische Vojage (1660), Der Mooren Tempel in Java” yang ditulis oleh Wouter Schouten (Graaf, 1998:157; Lombard, 1994:122). Schouten menggambarkan bangunan mesjid di Jepara6 pada abad 17 tersebut sebagai bangunan konstruksi kayu, lima lantai, dan diikelilingi oleh parit. Atapnya runcing dan dihiasi oleh ornamen. Tiap lantainya bisa dicapai dari dalam dengan tangga kayu. Di buku tersebut juga terdapat gambar dari kota Jepara dilihat dari arah laut, dimana bangunan mesjid tersebut merupakan bangunan yang tertinggi di Jepara waktu itu (lihat Gb.no.1D, 2).

Mesjid Jepara didirikan pada masa pemerintahan Ratu Kalinyamat di Jepara abad 16. Menurut sumber setempat yaitu ‘Serat Kandaning Ringgit’ Naskah KBG no.7 Koleksi bagian naskah Museum Pusat Jakarta, yang dibaca oleh Amen Budiman(1979:23-30), tertulis bahwa Pangeran Hadliri (suami ratu Kalinyamat) adalah seorang juragan Cina yang datang dari Tiongkok ke Jawa untuk berdagang. Selanjutnya disebut dengan nama Juragan Wintang, yang akhirnya menjadi suami Ratu Kalinyamat yang memerintah Jepara. Lihat juga Graaf (1985:126). Jadi kemungkinan adanya pengaruh pertukangan Cina pada mesjid tersebut sangat kuat.

Sayang sekali bahwa dalam tulisan Wouter Schouten tidak dijelaskan secara mendetail tentang mesjid kuno tersebut. Bangunan mesjid kuno di Jawa pada umumnya dikelilingi oleh kolam. Kolam tersebut biasanya juga digunakan untuk air wudu ketika akan sembahyang. Gambaran secara garis besar mesjid kuno Jawa yang dibangun pada abad 15 dan 16 mempunyai ciri-cri sbb:

  • atapnya bersusun lima, Menurut Graaf (1985:158), atap tersebut kemudian menjadi bersusun tiga setelah abad ke 17. Asal-usul dari atap bersusun ini sering menjadi perdebatan antara para ahli.
  • bentuknya segi empat dan simetri penuh
  • denahnya dikelilingi oleh kolam, yang digunakan
  • sebagai air wudhu ketika akan sembahyang.
  • Prototipe denahnya dapat digambarkan seperti dibawah ini :

Denah Mesjid

  1. Mihrab:Tempat kecil pada pusat tembok sebelah Barat dipakai oleh Imam mesjid
  2. Ruang utama mesjid : Ruang yang dipakai untuk sembahyang oleh kaum pria. Di ruang utama inilah terdapat 4 buah sokoguru yang memikul atapnya. Sistim konstruksi mesjid kuno Jawa ini selanjutnya dipakai sebagai dasar sistim konstruksi rumah Jawa, lengkap dengan penanggap dan emperannya.
  3. Serambi10: Beranda sebuah mesjid. Adanya ’serambi’ ini datangnya baru belakangan
  4. Pawestren: Tempat sembahyang bagi wanita.
  5. Kolam: Tempat berisi air yang digunakan untuk wudhu.
  6. Garis axis menuju Mekah: Garis maya sebagai orientasi pada pembangunan sebuah mesjid.
  7. Makam: Kuburan.
  8. Pagar Keliling: Pagar pembatas komplek mesjid.
  9. Gerbang: Pintu masuk utama di komplek mesjid atau makam

Fr. Valentijn dalam karya monumentalnya ‘Oud en Niew Oost Indiën’ menegaskan bahwa semua mesjid yang ia lihat pada awal abad ke 18 di Jawa pada prinsipnya mempunyai bentuk yang sama. Kesimpulan ini mungkin disebabkan karena dari pengamatannya secara sekilas saja. Karena seperti di jelaskan oleh Lombard (jilid 2, 1996:219), bahwa tidak ada satu model tunggal mesjid kuno sepanjang pesisir Utara Jawa. Sebagai contoh denah ruang sembahyang (liwan), pada dasarnya berbentuk bujur sangkar, tapi di mesjid Agung Cirebon denahnya berbentuk persegi panjang. Atap mesjid biasanya mempunyai susunan yang jumlahnya ganjil (tiga, lima), tapi bentuk atap mesjid Jepara bersusun lima, lebih menyerupai pagoda. Pada prinsipnya juga tidak ada menara pada mesjid Jawa kuno, tapi itu tidak berlaku bagi mesjid Banten. Pada mesjid biasanya juga tedapat kolam yang terletak di bawah tangga yang menuju ke ruang salat, akan tetapi ada kalanya seperti di Jepara , kolam itu mengaliri suatu saluran air yang mengelilingi bagian dasar mesjid. Tapi ada yang selalu hadir pada mesjid Jawa kuno yaitu ‘serambi’ yang cukup lebar di depan ruang untuk salat, dan kentongan atau bedug yang terbuat dari kulit kerbau atau kentongan dari kayu nakus.

Minaret atau menara tidak dikenal dalam arsitektur mesjid kuno Jawa. Sebagai gantinya untuk memanggil jemaah untuk salat, dipergunakan ‘bedug’. Pada umumnya bedug terbuat dari sebatang pohon yang dikeruk, dengan rentangan kulit kerbau pada satu atau kedua sisinya , Selain waktu salat, pukulan bedug juga menandai awal dan akhir puasa, serta hari raya hadji. Orang Arab tidak menemukan istilah yang cocok dalam kamus mereka untuk bedug mesjid. Akhirnya mereka menamai ‘nâqŭs’ yang mirip dengan genta kayu pada gereja kuno di Timur Tengah (Lombard, jilid 2, 1996:456)

Jadi bedug merupakan ciri khas mesjid Jawa kuno. Amen Budiman (1979:40) bahkan mengatakan asal usul dari bedug yang diletakkan di serambi-serambi mesjid Jawa, merupakan pengaruh dari arsitektur Cina, dimana bedug diletakkan tergantung di serambii kelenteng. Tapi di mesjid menara Kudus, bedugnya justru diletakkan dibagian atas Menara (lihat Gb. no.1B).

Yang cukup menarik pada mesjid kuno Jawa adalah adanya makam, yang diletakkan pada bagian belakang atau samping mesjid. Jadi selain arsitektur religius, uniknya, hampir tidak jauh dari komplek mesjid kuno Jawa selalu terdapat makam-makam yang disakralkan dan dimitoskan. Pengeramatan tersebut tidak hanya terjadi di mesjid-mesjid yang terletak di desa seperti misalnya mesjid Sendang Duwur di Paciran Lamongan atau mesjid Mantingan di Jepara, tapi juga mesjid-mesjid kuno yang ada di Kudus (mesjid Menara Kudus), Surabaya (mesjid Sunan Ampel), mesjid Agung Demak, mesjid Agung Banten dsb.nya. Bentuk seperti ini merupakan ciri khas dari mesjid kuno di Jawa.

Gambar 1C. Bedug yang ada diserambi kelenteng Tay Kak Sie di Gang Lombok, Semarang. Foto diatas diambil oleh penulis pada bulan Pebruari 2006.

Gambar 1D. Lukisan yang dibuat oleh juru gambar atas instruksi dari Wouter Schouten (1660), yang menggambarkan pemandangan kota Jepara dari arah laut. Dimana silhouettenya terlihat bangunan mesjid berlantai 5, yang merupakan ‘focal point’ dari pemandangan kota Jepara tersebut.

Gambr 2. Gambar yang lebih detail dari mesjid Jepara yang diambil pada abad ke17. Atapnya bersusun 5.

Gambar 3. Gambar lain yang agak lebih jelas dari mesjid di kota Jepara pada abad ke17, yang dilukis oleh seorang pelaut Belanda yang kebetulan melintas di kota Jepara pada abad ke 17. Bangunannya berlantai 5, dengan atap yang bersusun 5 juga. Bentuk dari mesjid mengingatkan kita pada bentuk pagoda yang banyak terdapat di Tiongkok. Diperkirakan mesjid ini didirkan oleh Ratu Kalinyamat, yang menurut banyak sumber (Budiman, 1979, Qurtuby, 2003) ada hubungannya dengan Cina Muslim yang menyebarkan agama Islam mahzab Hanafi di P.Jawa.

Gambar 4. Mesjid Banten, yang menurut cerita tutur setempat dibangun oleh Sultan Maulana Jusuf pada th. 1580. Bangunan sebelah kiri dikenal dengan sebutan Tiamah, yang dibangun oleh Henderik Lucasz Cardeel, seorang pelarian VOC, yang kemudian menjadi Islam dan menetap di Banten. Terlihat bahwa atap dari mesjid kuno ini masih bersusun lima meskipun dua susun diatasnya hanya merupakan tambahan saja. Foto diatas diambil pada th. 1874 oleh studio foto Inggris terkenal Woodbury & Page.

Gambar 5. Mesjid kuno di Padang, Sumatra Barat yang masih terdapat kolam disekelilingnya seperti mesjid-mesjid awal di Jawa. Mesjid tersebut beratap susun tiga, merupakan replika dari mesjid-mesjid kuno yang ada di Jawa. Disamping mesjid juga terdapat menara. Foto diatas diambil oleh Jean Demmeni juru foto Belanda yang terkenal pada th. 1900 an.

Gambar 5A.Pura Bali dekat Jimbaran. Atapnya bersusun sebelas.

Selasa, 08 Desember 2009

Aksi 9 Desember 2009

Menkominfo: SBY Tak Khawatir Aksi 9 Desember

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak sekalipun takut dan khawatir terhadap aksi massa 9 Desember. Meskipun aksi ini disebut-sebut dilakukan untuk melengserkan dirinya dari kursi pemerintahan.

"Tidak ada, saya tidak menangkap presiden khawatir," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring usai acara penyampaian pidato Presiden SBY dalam rangka memperingati hari antikorupsi sedunia di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (8/12/2009) malam.

Isu-isu yang beredar mengenai aksi massa yang akan berujung pada upaya penggulingan kursi presiden ditanggapi Tifatul dengan santai. Dikatakan dia, tidak ada yang perlu dikhawatirkan meskipun akan ada ribuan orang yang turut serta dalam aksi tersebut.

"Kalau untuk presiden, 1 juta massa ya monggo (silakan). Gimana kalau cuma 100 ribu orang coba. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan besok. Seruan boleh saja, asal jangan sampai terpancing," tuturnya.

Mantan Presiden PKS ini berpendapat aksi massa 9 Desember merupakan bentuk penyaluran demokrasi di Indonesia. Selama aksi dilakukan secara damai, menurutnya tak ada masalah.

"Kita lihat saja berapa massanya, kita lihat. Ini negara demokrasi, siapa saja bisa berbicara besar-besaran, monggo selama itu peace. Tapi kalau merusak dan mengganggu keamanan, ya akan ditindak," tandas Tifatul.

Minggu, 06 Desember 2009

Kisah Abu Yazid Al Bustami

Abu Yazid Al Bustami seorang ahli Sufi yang dikejutkan oleh mimpinya supaya pergi ke gereja Samaan. Tiga kali mimpinya itu berulang. Lalu ia bersiap dengan pakaian dan cara yang diberitahu dalam mimpinya. Ia masuk ke gereja Samaan tanpa diketahui oleh Paderi-paderi yang hadir. Dia bersama-sama paderi lain menanti kedatangan ketua Paderi. Setelah ketua Paderi datang, ketua Paderi itu tidak dapat berucap. Dia tahu ada orang lain, orang Islam di dalam gereja itu. Katanya, ” ada orang yang percaya kepada Syariat Muhammad di dalam gereja ini.”

Semua paderi menjadi gempar dan mereka menghendaki orang itu di bunuh. Namun ketua paderi mencegahnya, sebaliknya ketua paderi meminta orang itu bangun supaya mereka dapat mengenalinya. Abu Yazid Al-Bustami pun bangun, tanpa rasa takut.

Menjawab 50 pertanyaan bertanya 1 pertanyaan.

Ketua paderi berkata, “wahai pengikut Muhammad, saya akan mengajukan pertanyaan kepada kamu. Jika kamu dapat menjawab semuanya dengan benar, maka saya akan mengikuti agama kamu. Namun jika kamu tidak dapat menjawabnya, maka kami akan membunuhmu.”

Jawab Abu Yazid, “baiklah! Tanyakan apa saja yang kamu ingin tanyakan.”

Ketua paderi itu mengemukakan 50 pertanyaan bertubi-tubi dan kemudian Abu Yazid menjawabnya dengan tepat.

Kata Abu Yazid, “saya sudah jawab semua pertanyaan tuan. Sekarang apakah ada lagi pertanyaan-pertanyaan yang lain?”
Semua pendeta menjawab, “tidak ada lagi,”

Kemudian Abu Yazid mengemukakan pertanyaan kepada mereka. “beritahu saya
kunci Syurga dan Neraka langit.”

Tidak seorang pun yang dapat menjawabnya dan mereka mengaku
bahwa memang mereka tidak tahu jawabannya. Baru satu pertanyaan sudah tidak
dapat dijawab sedangkan Abu Yazid telah menjawab berpuluh pertanyaan. Mereka
meminta ketua paderi menjawab, namun ia membisu.

Katanya, “bukan saya tidak mau menjawab, tetapi saya takut kamu semua
tidak sependapat.”

Mereka heran mendengar kata-kata ketua paderi itu. Akhirnya mereka mendesak juga dan bersedia untuk menyetujui serta menerima kata-kata ketua mereka.

Kemudian ketua Paderi menjawab “Bahwa kunci Syurga dan Kunci langit itu tidak lain ialah “LAILA HAILLALLAH HU MUHAMMAD DARASULULLAH.” Tegas ketua paderi.
Mereka semua tersentak, terdiam. Lalu Abu Yazid berkata, “memang benar kata ketua kamu ini.” Semua paderi memeluk Islam, Abu Yazid menuntut janji kepada ketua paderi dan persetujuan pengikut-pengikutnya.

“Sahabat-sahabat sekalian percayalah bahwa apa yang saya ceritakan ini adalah benar. Saya tidak dipaksa oleh siapapun dalam mengucapnya. Memang sudah lama saya fikirkan hendak menyampaikan masalah ini kepada sahabat-sahabat semua, tetapi saya bimbang sahabat-sahabat tidak akan percaya kepada saya lagi. Saya hanya menunggu waktu.”

“Dari mana tuan mengetahui perkara ini?” Tanya salah seorang paderi.

“Dari ketua sebelum saya.” Jelas ketua paderi.

“Sebelum ketua itu meninggal dunia dia telah bersumpah bahwa perkara yang dikatakan itu adalah benar.” Sambung ketua paderi itu.

“Kalau begitu, apa lagi yang kita tunggu!” Ketua paderi dan pengikut-pengikutnya semuanya memeluk Islam disebabkan oleh Abu Yazid. Ilmu Abu Yazid telah menyelamatkan daripada maut. Ilmu ketua paderi telah menyelamatkan daripada kesesatan dan ilmu kedua-duanya telah menutup tabir kejahilan dan menyingkap tabir kebenaran dan Islam!

Berikut ini Pertanyaan Ketua Paderi. Dan Jawaban Abu Yazid Al-Bustami

1. Yang satu tidak ada duanya.
Kewujudan Allah Maha Esa. Dia Tuhan yang tunggal tiada sekutu baginya.

2. Yang dua tiada tiganya.
Malam dan siang. Apabila pergi malam datanglah siang dan apabila pergi siang datanglah malam.

3. Yang tiga tiada empatnya.
Kursi, Kalam dan Arash Allah Hu subhanahu Wataala.

4. Yang empat tiada limanya.
Taurat, Injil, Zabur dan Al-Quran.

5. Yang lima tiada enamnya.
Islam telah memfardukan solat lima waktu: Zohor, Asar, Maghrib, Ishak dan
Subuh.

6. Yang enam tiada tujuhnya.
Hari-hari Allah telah menciptakan langit dan bumi. Ini semua tersebut didalam Kitab-kitab suci juga.

7. Yang tujuh tiada delapannya.
Tujuh petala langit dan tujuh lapis bumi yang disebut di dalam Kitab Suci juga.

8. Yang delapan tiada sembilannya.
Bilangan Malaikat yang memikul Arash Allah Taala yang disebutkan di dalam
Kitab Suci (artinya): dan akan memikul Arash Tuhan kamu pada hari (Kiamat)
itu adalah delapan Malaikat.

9. Yang sembilan tiada sepuluh.
Bilangan kaum daripada golongan manusia yang menjadikan kerusakan bumi Allah,
sebagaimana yang tersebut di dalam Kitab Suci (artinya): di dalam kota itu dahulu terdapat sembilan kumpulan yang menjadi perusak bumi, mereka tidak pernah melakukan yang baik.

10. Sepuluh yang sempurna.
Kewajiban puasa sepuluh hari ke atas orang yang berihram haji sebagaimana
firman Allah Taala (artinya): Maka hendaklah ia (orang yang berihram haji)
berpuasa tiga hari semasa haji dan tujuh hari setelah kembali ke negerinya.
Itulah dia sepuluh yang sempurna.

11. Yang sebelas.
Saudara-saudara Nabi Yusuf Alaihissalam.

12. Yang dua belas.
Bilangan bulan dalam setahun.

13. Yang tiga belas.
Mimpi Nabi Yusuf Alaihissalam yang tersebut di dalam Kitab Suci:
Sesungguhnya Aku melihat sebelas bintang, matahari dan bulan. Jumlahnya
tiga belas.

14. Orang yang berdusta, kemudian dapat masuk Syurga.
Mereka ialah saudara-saudara Nabi Yusuf Alaihissalam. Mereka memberitahu
ayah mereka Nabi Yaakob Alaihissalam bahwa Yusuf telah di makan serigala.
Mereka membawa pakaiannya yang dilumur dengan darah kambing. Perkara yang mereka lakukan itu adalah suatu dusta.

15. Orang yang benar, tetapi mereka dimasukkan ke dalam neraka.
Mereka ialah kaum Yahudi dan Nasrani, sesuai dengan firman Allah Ta’ala (artinya) : telah berkata, Kaum Yahudi, kaum Nasrani itu tidak benar dan berkata kaum Nasrani pula kaum Yahudi itu tidak benar. Kedua-dua kaum itu berkata benar pada tuduhan mereka antara satu dengan lain, namun mereka tidak mau tunduk kepada kebenaran yang ada di hadapan mereka yaitu mempercayai agama yang di bawa oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasalam sebagai penyempurna agama yang sebelumnya. Lantaran itu mereka menduduki neraka.

16. Tempat roh dalam badan manusia.
Roh berada di dalam tubuh badan manusia yang hanya diketahui hakikatnya oleh Allah Taala kerana roh adalah merupakan urusan Allah Taala jua, berdasarkan firmannya (artinya): katakan roh itu dari perkara urusan Tuhanku.

17. Al Zariyati Zarwa.
Nama empat macam angin.

18. Al Hamilati Wakra.
Awan gemawan di dada langit.

19. Al Jariyati Yusra.
Perahu-perahu yang belayar di laut.

20. Al Mukassimati Amra.
Malaikat-malaikat yang bertugas membagi-bagikan rezeki kepada manusia pada malam Nisfu Syaaban.

21. Yang empat belas.
Tujuh petala langit dan tujuh lapis bumi yang sesuai dengan firman Allah
Taala (artinya): Maka Allah berfirman kepadanya yaitu kepada tujuh petala
langit dan tujuh lapis bumi, datanglah kepada aku secara patuh terhadap
perintahku ataupun secara terpaksa. Maka berkata kedua-dua langit dan bumi, “kami akan datang kepadamu secara patuh dan taat.”

22. Kubur yang berjalan dengan penghuninya.
Ikan besar yang menelan Nabi Yunus Alaihissalam. Nabi Yunus Alaihissalam
di bawa oleh ikan ke mana-mana sahaja yang akhirnya dimuntahkan di pantai
dengan izin Allah Taala.

23. Yang bernafas, tetapi tidak mempunyai roh.
Waktu subuh seperti firman Allah Taala (artinya): demi subuh apabila ia
terlepas.

24. Air yang tidak turun dari langit dan tidak keluar dari bumi.
Air yang dikirim oleh ratu Balqis kepada Nabi Sulaiman Alaihissalam di dalam botol yaitu air peluh kuda.

25. Empat yang bukan daripada golongan manusia, Malaikat dan bukan
daripada punggung lelaki dan daripada perempuan.
Kibas yang di bawa Jibril Alaihissalam sebagai korban ganti Nabi Ismail
Alaihissalam, unta Nabi Salleh Alaihissalam yang disembelih kaumnya, untuk
Nabi Adam dan Siti Hawa Alaihissalam.

26. Satu ciptaan Allah, lalu diingkarinya sebagai satu yang buruk.
Suara keledai yang tidak sedap didengar, sesuai dengan firman Allah Taala (artinya): sesungguhnya suara yang paling buruk ialah suara keledai

27. Darah yang mula-mula mengalir ke bumi.
Darah Habil yang dibunuh oleh saudaranya Kabil.

28. Sesuatu ciptaan Allah, lalu diangkat sesuatu yang berat.
Muslihat kaum wanita, seperti Firman Allah Taala (artinya): sesungguhnya tipu
muslihat wanita adalah suatu tipu muslihat besar atau berat.

29. Pada mulanya sebatang kayu kemudian menjadi roh.
Tongkat Nabi Musa Alaihissalam

30. Wanita yang paling utama.
Hawa, ibu sekalian manusia, kemudian Khatijah dan Aisyah, Asiah (isteri Firaun) dan Maryam Binti Imran.

31. Gunung yang paling utama.
Gunung Tursina

32. Binatang yang paling utama. Kuda.

33. Bulan yang paling utama.
Bulan Ramadhan.

34. Malam yang paling utama.
Lailatul Qadar.

35. Tentang Atta’mah.
Hari Kiamat.

36. Pohon yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting ada 30 daun, setiap daun ada lima kembang, dua bunga di matahari dan tiga bunga di tepi kegelapan.
Pohon itu “tahun” yang padanya ada 12 bulan, satu bulan ada 30 hari. Lima itu ialah lima waktu solat.

37. Satu benda yang pergi haji dan tawaf di Baitullah, tetapi tidak mempunyai roh dan tidak wajib haji. Bahtera Nabi Noh Alaihissalam.

38. Empat jenis air yang lain rupanya dan rasanya, tetapi sumbernya satu.
Air mata, air telinga, air hidung dan air mulut. Air mata masin, air telinga pahit, air hidung masin dan air mulut tawar.

39. Nakir, fatil dan kitmir.
Nakir ialah titik yang terdapat pada kulit luar benih, fatil ialah titik yang terdapat di dalam benih dan kitmir ialah kulit yang membaluti benih.

40. Sabid dan Labad.
Bulu kambing biri-biri dan kambing kasi.

41. Sam dan Ram.
Makhluk yang telah ada sebelum wujud Nabi Adam Alaihissalam.

42. Maksud keledai Makwak.
Keledai Makwak tanda ia melihat syaitan, lalu ia berkata: Allah melaknatnya.

43. Maksud anjing menyalak.
Anjing menyalak bermaksud: Awas! Celaka bagi penghuni-penghuni neraka dari
kemurkaan Allah yang maha berkuasa.

44. Maksud jeritan kuda.
Kuda menjerit bermaksud: Maha suci Allah yang memeliharaku ketika tentara
berpadu menyerang musuh dengan penuh semangat.

45. Maksud jeritan unta.
Unta menjerit membawa maksud: Hasbiyallahu Wakafa Billahi Wakila
(artinya): Memadailah Allah bagiku dan cukuplah Dia tempat aku menyerahkan
diriku.

46. Maksud nyanyian burung Bulbul.
Nyanyian Bulbul bermaksud: Maha suci Allah pada waktu pagi dan pada waktu
petang.

47. Maksud bunyi katak.
Bunyi katak bermaksud: Maha suci Tuhan yang di sembah di mana-mana sahaja
ada makhluknya dan di tempat-tempat yang tiada penghuninya.

48. Maksud kata-kata burung Nakus.
Maksud kata-katanya: Maha suci Allah sungguh-sungguh! Wahai anak Adam!
Lihatlah di barat dan di timur di dunia itu, adakah makhluk yang menongkat langit?

49. Kaum daripada makhluk Allah yang diutus kepadanya, namun ia bukan
dari kumpulan jin, manusia dan Malaikat.
Makhluk itu adalah lebih seperti Firman Allah Taala (artinya): dan Tuhan
kamu telah mewahyukan kepada lebih.

50. Di mana malam ketika siang dan di mana siang ketika malam.
Kedua-duanya berada di dalam ilmu Allah Taala yang amat sulit.

http://e-masjid.com

Jumat, 18 September 2009

sMs Ramadhan


Menjelang Lebaran, Sebelum Sinyal Hilang, Sebelum Operator Sibuk, Sebelum SMS pending mulu, Saya mo ngucapin . Met Idul Fitri, Minal Aidzin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

Beningkan hati dg dzikir
Cerahkan jiwa dg cinta
Lalui hr dg senyum
Tetapkan langkah dg syukur
Sucikan hati dg permohonan maaf
mEt hArI RaYa IduL fiTrI
TaqobbaLallaHu minNa wA MinKuM
Minal AidziN WaL FaidziN
Mhn MaaF LahiR n BaTiN “;)


Masa aktif Hidup anda hampir berakhir, saldo dosa anda makin meningkat, di hari yang fitri ini raih kesempatan untuk meningkatkan saldo Iman. Isi ulang dengan sirahturahmi. SELAMAT IDUL FITRI, mohon maaf lahir & batin

Walaupun Hati gak sebening XL Dan secerah MENTARI.
Banyak khilaf yang buat FREN kecewa,
Kuminta SIMPATI-mu untuk BEBAS kan dari ROAMING dosa
Dan Kita semua hanya bisa mengangkat JEMPOL kepadaNya
Yang selalu membuat Kita HOKI dalam mencari kartu AS
Selama Kita hidup karena Kita harus FLEXIbel
Untuk menerima semua pemberianNYA Dan menjalani
MATRIX kehidupan ini…Dan semoga amal Kita tidak ESIA-ESIA…
Mohon Maaf Lahir Bathin.

Sebelas bulan Kita kejar dunia,
Kita umbar napsu angkara.
Sebulan penuh Kita gelar puasa,
Kita bakar segala dosa.
Sebelas bulan Kita sebar dengki Dan prasangka,
Sebulan penuh Kita tebar kasih sayang sesama.
Dua belas bulan Kita berinteraksi penuh salah Dan khilaf,
Di Hari suci nan fitri ini, Kita cuci hati, Kita buka pintu maaf.
Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir Dan batin

Melati semerbak harum mewangi,
Sebagai penghias di Hari fitri,
SMS ini hadir pengganti diri,
Ulurkan tangan silaturahmi.
Selamat Idul Fitri


Selamat Hari …… ,
Marilah Kita saling mengasihi n memaafkan…
Ku tau kau telah banyak berbuat salah Dan dosa kepadaku, sering meminjam
duit n Ga ngembaliin, pake motor Ga pernah isi bensin, tapi tak usah
risau… Ku t`lah memaafkanmu. ..

” Sepuluh jari tersusun rapi.. Bunga melati pengharum hati .. SMS dikirim
pengganti diri… Memohon maaf setulus hati … Mohon Maaf Lahir Dan Batin
.. Met Idul Fitri …


Senin, 2009 September 14

KOLEKSI SMS Lebaran 2009 KARTU Lebaran 1430H Ucapan Selamat IDUL FITRI TERBARU! Sambut Hari Raya Nan Suci!



Foto Gambar SMS Lebaran Terbaru 2009 KARTU Lebaran update 2009 Ucapan Selamat Idul Fitri TERBARU Hari Raya 1430H

Koleksi SMS lebaran kartu lebaran 2009 terbaru ucapan selamat idul fitri 1430H memang telah disajikan secara lengkap dan komplit di blog sahabat Rumah Islami dalam rangka menyambut hari lebaran Idul Fitri yang tinggal beberapa hari lagi.

Dalam artikel yang berjudul kumpulan Aneka SMS Lebaran Ucapan Selamat Idul Fitri 1430 Hijriah yang terangkai indah dapat sahabat Blog Untuk SEO temukan berbagai variasi ucapan lebaran, baik selamat lebaran dalam bahasa Indonesia, sms ucapan selamat idul fitri bahasa Inggris, selamat idul fitri bentuk formal dan informal (kocak, lucu, menyentuh, singkat, jelas padat), dan selamat lebaran dalam bahasa daerah (sunda jawa sumatera kalimantan).

Sedangkan di artikel yang berjudul Kumpulan Kartu Lebaran 1430 H Ucapan Selamat Idul Fitri 1430 Hijriah, tersedia berbagai macam atau jenis kartu lebaran dengan desain foto gambar yang lucu unik aneh namun tetap indah menyambut Ramadhan 2009 dan Hari Idul Fitri. Berbagai bentuk kartu ucapan yang menarik dan beberapa merupakan gambar kartun, ketupat hijau yang menawan dan gambar masjid yang teduh atau hanya sebait kata-kata (Indonesia Arab) yang sangat menyentuh.

Kumpulan sms ucapan lebaran 2009 kartu selamat lebaran terbaru ucapan selamat idul fitri 1430 Hijriah merupakan bagian dari ritual di akhir puasa Ramadhan. Tentu saja yang menjadi harapan adalah menambah pahala dengan tetap menjalin tali persaudaraan dan silaturahmi dengan orang tua, saudara, sahabat dan tetangga.

Nah mudah-mudahan sahabat semua tidak terlambat ya mengirimkan ucapan selamat lebaran 2009 atau selamat Hari Raya Idul Fitri 1430Hijriah :)

Khusus untuk SMS Ucapan Selamat Idul Fitri Lebaran 2009 saya cuplik disini ya:

Kata telah terucap, tangan telah tergerak, prasangka telah terungkap,
Tiada kata, Kecuali “saling maaf” jalin ukhuwah & kasih sayang raih
indahnya kemenangan hakiki, Selamat Hari Raya Iedul Fitri

Selamat Hari …… ,
Marilah Kita saling mengasihi n memaafkan…
Ku tau kau telah banyak berbuat salah Dan dosa kepadaku, sering meminjam
duit n Ga ngembaliin, pake motor Ga pernah isi bensin, tapi tak usah
risau… Ku t`lah memaafkanmu. ..

” Sepuluh jari tersusun rapi.. Bunga melati pengharum hati .. SMS dikirim
pengganti diri… Memohon maaf setulus hati … Mohon Maaf Lahir Dan Batin
.. Met Idul Fitri …

Sejalan dengan berlalunya Ramadhan tahun ini
Kemenangan akan kita gapai
Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi
Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa
Dalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu
Hidup ini indah jika segala karena ALLAH SWT
Kami sekeluarga menghaturkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
Taqobalallahu minna wa minkum
Mohon maaf lahir dan bathin

Andai jemari tak smpt berjabat,andai raga tak dpt b’tatap
Seiring beduk yg mgema,sruan takbir yg berkumandang
Kuhaturkan salam menyambut Hari raya idul fitri,jk Ada kata serta khilafku
membekas lara mhn maaf lahir batin.
SELAMAT IDUL FITRI

Kumpulan ucapan minta maaf Lebaran Rumah Islami lewat sms

Mawar berseri dipagi Hari
Pancaran putihnya menyapa nurani
Sms dikirim pengganti diri
SELAMAT IDUL FITRI
MOHON MAAF LAHIR BATHIN

تقبل الله منا ومنك
Selamat hari raya idul fitri 1429H.
Mohon maaf lahir dan bathin ya..

Sebelum Ramadhan pergi
Sebelum Idul fitri datang
Sebelum operator sibuk
Sebelum sms pending mulu
Sebelum pulsa habis
Dari hati ngucapin MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN


Minggu, 23 Agustus 2009

Jadul kah


Gbr di sebelah kiri nampak jadul, karena sejak aku masih kecil udah ada patung pak Tani &Ibu Jamu gdng, sekarang berapa Th patung tsbt. tapel desa. moel



Gbr. di samping kapal nelayan yg bersandar di tepi, di pt Kartini jepara, Nampak sunset yg apik, 2006
. moel








Gbr. di lokasi terjadinya banjir bandang kali gelis th 2006 di ke. keling ds Tempur. 400 warga sekitar terjebak untuk menuju ke dua desa yg di hub oleh Jembatan. moel